Rahasia Baterai Tahan Lama Samsung Galaxy Note 20 Ultra

Atari Press –┬áSetelah sukses merilis salah satu ponsel terbaik di pasar flagship dengan seri Galaxy S20, kini Samsung telah melahirkan Samsung Galaxy Note20 dengan spesifikasi yang inovatif dan sangat kompetitif.

Seri ponsel yang dilengkapi fungsi S Pen ini lebih didesain untuk mendukung produktivitas pengguna. Keunggulan lain dari ponsel andalan ini adalah tampilan dengan panel AMOLED 2x dinamis dan menawarkan kualitas tampilan terbaik di industrinya, termasuk dukungan refresh rate 120Hz.

Seperti diketahui, kecepatan refresh yang tinggi dapat dengan cepat menguras baterai ponsel Anda. Namun, hal ini tidak berlaku untuk Samsung Galaxy Note20 Ultra, yang berkat baterainya yang tahan lama, menjamin masa pakai yang lama. Apa rahasianya? Periksa berita gadget terlengkap.

1. Kecepatan refresh adaptif menghemat daya baterai

Meski layarnya memiliki mode 120Hz, nyatanya Samsung masuk akal untuk bisa menampilkan tampilan yang mulus tanpa terlalu banyak mengorbankan baterai.

Pasalnya, mode 120Hz ponsel ini adaptif, artinya bisa menyesuaikan situasi sesuai yang ditampilkan di layar.

Misalnya, saat layar biasanya statis atau di beberapa aplikasi yang tidak memerlukan refresh rate tinggi, layar ponsel akan secara otomatis beralih ke 60Hz untuk menghemat baterai. Refresh rate juga akan berubah menjadi 60Hz jika suhu ponsel melebihi 43 derajat Celcius untuk menghindari overheat dan juga membuat baterai lebih awet.

2. Memiliki kapasitas baterai yang besar

Salah satu alasan utama kenapa baterai Samsung Galaxy Note20 Ultra begitu awet tentunya adalah kapasitasnya yang besar. Ya, ponsel flagship ini memiliki baterai lithium-ion berkapasitas 4.500mAh.

Baterai besar ini sangat mendukung berbagai aktivitas seperti nonton youtube, gaming atau browsing, jadi bisa berfungsi dalam waktu yang lama.

Laporan PhoneArena, baterai Samsung Galaxy Note20 Ultra mampu bertahan hingga 9 jam 33 menit saat browsing internet dan menampilkan waktu playback video YouTube yang panjang hingga 6 jam 24 menit.

3. Kemampuan untuk mengisi daya 25W dengan cepat.

Selain kapasitas baterainya yang besar, fast charging pada Samsung Galaxy Note20 Ultra juga menjadi salah satu rahasia yang membuat ponsel ini jadi tahan baterai.

Alasannya adalah bahwa waktu pengisian yang cepat berarti Anda dapat mengeluarkan ponsel Anda dari api lebih cepat dan memulai kembali seperti biasa. Samsung Galaxy Note20 Ultra sendiri menyediakan fast charging dengan daya 25 watt (W). Jadi ponsel ini dapat diisi dari nol hingga lebih dari 50% hanya dalam waktu 30 menit.

Tidak perlu membeli aksesori tambahan, karena paket yang disertakan menghabiskan 25 W. Jangan biarkan notifikasi baterai lemah mengganggu pekerjaan Anda.

4. Exynos 990 lebih kompatibel dengan baterai

Sepertinya chipset juga ikut menentukan daya tahan baterai, lho! Pasalnya, chipset dengan kualitas yang lebih rendah tidak memiliki performa baterai yang baik, sehingga ponsel dapat menjadi lebih cepat panas dan kehilangan daya lebih cepat.

Karena itulah Samsung Galaxy Note20 Ultra dibekali dengan chipset mutakhir bernama Exynos 990 yang tentunya tidak hanya irit, tapi juga bisa menjaga daya tahan baterai agar lebih awet.

Dibandingkan seri sebelumnya, Exynos 990 dinilai lebih hemat dalam pengelolaan baterai karena memiliki arsitektur 7nm yang lebih kecil dari Exynos 9820 atau 980 (8nm).

5. Fungsi hemat daya adaptif

Untuk lebih berupaya menghemat daya baterai, setiap sistem operasi memiliki mode hemat daya sendiri. Samsung Galaxy Note20 Ultra berjalan pada sistem operasi Android 10 yang dibalut dengan antarmuka One UI 2.5.

Sistem operasi ini menawarkan mode hemat daya yang jauh lebih baik daripada yang lain dan telah diterapkan sejak kedatangan One UI 2.1.

Mode baterai ini memperkenalkan fitur baru yang disebut Penghemat Daya Adaptif. Saat fitur ini diaktifkan, ponsel akan mencoba memilih mode hemat daya berdasarkan pola penggunaan.

Ada juga beberapa mode yang bisa dipilih secara manual yaitu High Efficiency, Optimized, Medium Energy Saving dan yang paling efektif adalah Maximum Energy Saving. Mode terakhir akan menonaktifkan fitur Always On Display, membatasi penggunaan CPU hingga hanya 70%, dan mengurangi level pencahayaan hingga 10%.