Beragam Ukuran dan Kelebihan Rumah Kontainer

Atari-press – Memiliki bangunan yang unik tentu terdengar menarik, sebut saja rumah kontainer yang dimodifikasi. Tapi benarkah membuat bangunan dari bahan dasar container lebih murah?

Perlu diketahui bahwa container atau yang biasa disebut dengan Kantor container merupakan media penyimpanan yang sering digunakan dalam proses pemindahan barang.

Kontainer juga biasa disebut sebagai gudang baja. Alat angkut barang ini juga digunakan untuk menyimpan barang melalui jalur laut, darat dan udara.

Berbagai ukuran wadah

Secara umum ada beberapa ukuran container standar yang umum digunakan khususnya di Indonesia. Yakni, kontainer berukuran 8 kaki, 10 kaki, 20 kaki, 40 kaki dan sekitar 45 kaki.

Setiap ukuran container ini memiliki dimensi eksterior dan interiornya masing-masing, sehingga jika digunakan untuk membuat sebuah bangunan, pemilihan ukuran container sangat penting.

Misalnya, peti kemas berukuran 20 kaki memiliki dimensi luar dengan panjang sekitar 6 meter, lebar 2,4 meter, dan tinggi 2,5 meter.

Sedangkan peti kemas berukuran 40 kaki memiliki dimensi luar dengan panjang 5,7 meter, lebar 2,3 meter, dan tinggi 2,3 meter. Oleh karena itu, jika Anda berencana untuk membangun gedung kontainer, Anda dapat memperhitungkan jumlah kontainer yang akan digunakan dengan menyesuaikan ukuran yang dibutuhkan.

Wadah memiliki karakteristik yang kuat, bahan baja ini juga dapat tahan cuaca dan dapat digunakan berulang kali untuk bongkar muat. Sehingga jika digunakan sebagai bahan bangunan akan tahan lama.

Keuntungan dari rumah kontainer bekas

Tidak seperti di luar negeri, akomodasi peti kemas langka di Indonesia. Selama ini penggunaan peti kemas bekas untuk bangunan baru hanya ditujukan untuk kebutuhan bisnis, seperti kafe dan restoran, kantor sementara, keruwetan karyawan, dll.

Namun, jika Anda memiliki kepribadian yang cukup unik untuk memiliki rumah kontainer bekas, mengapa tidak mencobanya?

Berikut manfaat rumah kontainer bekas yang akan Anda alami setelah memilikinya:

1. Bangunan kompak

Bangunan peti kemas tentu lebih kompak dibandingkan bangunan konvensional. Oleh karena itu, membangun rumah dari kontainer bekas dapat dengan mudah dipindahkan.

Bangunan dari wadah juga mudah dibuat karena bentuknya yang fleksibel. Anda bisa mendesainnya sesuai keinginan Anda, kemudian ahli modifikasi container akan mengerjakannya untuk Anda.

2. IMB tidak diperlukan

Bangunan peti kemas yang dimodifikasi merupakan bangunan sementara atau sementara, sehingga tidak memerlukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Namun, karena yang akan Anda bangun adalah rumah untuk ditinggali, maka tentunya rumah yang dimaksud hanyalah bangunan sementara yang akan Anda tempati.

Karena untuk selebihnya, setiap daerah memiliki aturan bangunannya sendiri. Oleh karena itu, penting untuk menghormati peraturan yang berlaku.

3. Harga lebih murah

Tidak peduli seberapa mahal atau murahnya, sebuah artikel itu relatif. Namun jika dihitung, membangun rumah dengan ukuran yang sama antara rumah peti kemas bekas dan bangunan konvensional dinilai lebih ekonomis daripada peti kemas bekas modifikasi.

Misalnya untuk peti kemas berukuran 6 meter, luasnya adalah 6 meter x 2,5 meter = 15 meter persegi. Sedangkan untuk membangun rumah di Jakarta secara massal misalnya, paling tidak membutuhkan biaya Rp 3,5 juta per meter persegi x 15 meter persegi, sehingga total yang harus dikeluarkan adalah Rp 52.500.000 (tidak termasuk AC). ).

Sementara dengan harga yang kurang lebih sama, Anda bisa mendapatkan rumah yang lebih unik dan kekinian dengan modifikasi container bekas, beserta AC yang disertakan di dalamnya.